Tuesday, March 20, 2007

IFA Model

Direktur Enterprise & Wholesale, Arief Yahya, menjelaskan makna working spirit Commited 2U yang juga berarti always the best – selalu menjadi nomor 1”. Dalam penerapannya, ditetapkan jurus yang diberi nama IFA Model, yaitu Imagine, Focus dan Action:

IFA Model:
Imagine --> Desirability & Start from the End
Focus --> Priority & Resource Allocation
Action --> Execution & Control

Imagine merupakan proses dalam menciptakan mental image (impian/ cita-cita/ visi) dan idea. Jurus imagine akan memacu diri memiliki desirability/ motivasi untuk mencapai mental image yang diyakini. Selain itu untuk dapat merealisasikannya diperlukan kekuatan berfikir dan bertindak memulai dari akhir (Start from the End). Toni Buzan, pencipta Mind Mapping®, menyampaikan hal yang sama, dimana salah satu ciri dari Sales Genius adalah memiliki sebuah visi penjualan puncak. Ia percaya bahwa merencanakan impian dan cita-cita, menuliskannya dengan terperinci bagaimana akan mencapainya dan membayangkannya adalah hal-hal penting bagi sebuah keberhasilan. Tanpa visi penjualan puncak, otak tidak akan memiliki sesuatu yang akan dibidik, padahal otak merupakan sebuah mekanisme pengendali keberhasilan dan akan terus berusaha meraih pencapaian apa pun yang telah ditetapkan.

Jurus kedua IFA model adalah Focus. Arti harfiah focus adalah melakukan konsentrasi kepada satu perhatian (to concentrate one's attention). Dengan demikian, agar tidak salah dalam memusatkan perhatian, perlu dilakukan prioritas dan differensiasi. Semua pemimpin besar selalu memiliki prioritas dan differensiasi dalam melaksanakan program dan menyelesaikan masalah. Pemimpin yang meraih keberhasilan menginvestasikannya di tempat yang memberikan penghasilan paling tinggi, dan mengurangi kerugian di tempat lain. Memusatkan perhatian juga berarti mengalokasikan sumber daya sesuai dengan prioritasnya (Resource Allocation). Jack Welch dalam bukunya Winning, menyatakan bahwa differensiasi merupakan cara untuk mengelola manusia dan bisnis dengan mengalikasikan sumber daya (differentiation is a way to manage people and businesses by allocating resources).

Jurus terakhir IFA model adalah Action. Hal ini tidak terbantahkan, bahwa imagine dan focus saja tidak akan berbuat banyak tanpa direalisasikan dengan aksi yang baik. Action adalah berarti bagaimana menjalankannya (how to execute) dan bagaimana meyakinkan berjalan dengan baik (how to ensure the execution well done). Maka untuk itu dibutuhkan media controlling yang tepat untuk memantau progress execution. Dengan demikian setiap action harus dilengkapi dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang tepat.

2 comments:

Fauzi Rachmanto said...

Di komunitas TDA (tangandiatas) kami juga mengembangkan "kurikulum" DSA: Dreams - Strategy - Action. Wah ternyata kami satu spirit nih sama Pak Arief Yahya. Di buku Adam Khoo "Master Your Mind. Design Your Destiny" juga dijelaskan ttg Goals - Strategy - Action. Memang ujung2 nya adalah Action. Saya setuju sama ungkapan: Actions are louder than words.

Dadan Gumbira Pramudia said...

Betul Mas Fauzi... Dreams - Strategy - Action atau Goals - Strategy -Action atau Imagine - Focus - Action memiliki nafas dan semangat yang sama. Action memang penting, tapi lebih mendalam lagi ada yang juga mempengaruhi pemercepat keberhasilan, yaitu trust. Rumus strategi biasanya seperti ini:
strategy x execution = result
Tapi menurut Stephen MR Covey, itu belum cukup. Rumus yang digunakan:
strategy x execution x trust = result.
The speed of the result (like growth) sangat dipengaruhi dengan level of trust. High level of trust akan mempercepat result.